“Medan Listrik Statis” yang anda ketahui, Yang terdiri dari :
1. Electrical charges
2. Hukum coulomb
3. Medan elektronika
4. Hukum Gauss
5. Energi potensial
1.
Electrical
charges (Muatan listrik )
Muatan listrik
adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami gaya pada benda lain yang berdekatan dan
juga memiliki muatan listrik. Simbol Q sering digunakan untuk
menggambarkan muatan. Sistem
Satuan Internasional dari satuan Q adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x 1018
muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). Muatan listrik
total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan
elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif.
Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh
karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam
atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang
mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan).
2.
Hukum
Coulomb
Hukum
Coulomb adalah hukum yang menjelaskan
hubungan antara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak
tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah keduanya.
Hukum ini menyatakan apabila
terdapat dua buah titik muatan maka akan timbul gaya di antara keduanya, yang
besarnya sebanding dengan perkalian nilai kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya. Interaksi
antara benda-benda bermuatan (tidak hanya titik muatan) terjadi melalui gaya
tak-kontak yang bekerja melampaui jarak separasi. Adapun hal lain
yang perlu diperhatikan adalah bahwa arah gaya pada masing-masing muatan
terletak selalu sepanjang garis yang menghubungkan kedua muatan tersebut. Gaya
yang timbul dapat membuat kedua titik muatan saling tarik-menarik atau saling
tolak-menolak, tergantung nilai dari masing-masing muatan. Muatan sejenis
(bertanda sama) akan saling tolak-menolak, sedangkan muatan berbeda jenis akan
saling tarik-menarik.
3.
Medan Elektronika
( Elektromagnetik )
Dalam
fisika elektromagnetisme, sebuah medan
elektromagnetik adalah sebuah medan terdiri dari dua
medan vektor yang
berhubungan: medan listrik
dan medan magnet. Ketika dibilang medan
elektromagnetik, medan tersebut dibayangkan mencakup seluruh ruang;
biasanya medan elektromagnetik hanya terbatas di sebuah daerah kecil di sekitar
objek dalam ruang.
Vektor
(E dan B) yang merupakan karakter medan masing-masing memiliki
sebuah nilai yang didefinisikan pada setiap titik ruang dan waktu. Bila hanya medan listrik (E) bukan nol, dan
konstan dalam waktu, medan ini dikatak sebuah medan
elektrostatik. E dan B (medan magnet) dihubungkan
dengan persamaan Maxwell.
Medan elektromagnetik dapat dijelaskan dengan
sebuah dasar kuantum oleh elektrodinamika
kuantum.
4.
Hukum
Gauss
Hukum Gauss adalah
hukum yang menentukan besarnya sebuah fluks listrik yang melalui sebuah bidang.
Hukum gauss menyatakan bahwa besar dari fluks listrik yang melalui sebuah
bidang akan berbanding lurus dengan kuat medan listrik yang menembus bidang,
berbanding lurus dengan area bidang dan berbanding lurus dengan cosinus sudut
yang dibentuk fluks listrik terhadap garis normal.
Hukum ini dirumuskan
oleh Carl Friedrich Gauss (1777-1855). Beliau adalah salah seorang
matematikawan terbesar sepanjang masa. Banyak bidang hukum matematika yang
dipengaruhinya dan dia membuat kontribusi yang sama pentingnya untuk fisika
teoritis.
Hukum Gauss berbunyi "bahwa fluks listrik
total yang melalui sembarang permukaan tertutup (sebuah permukaan yang mencakup
volume tertentu) sebanding dengan muatan lisfiik (netto) total di dalam
permukaan itu".
5.
Energi
potensial
Energi potensial
adalah energi yang memperngaruhi benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut yang mana
kecenderungan tersebut menuju tak terhingga dengan arah dari gaya
yang ditimbulkan dari energi potensial tersebut. Satuan SI
untuk mengukur usaha dan energi adalah Joule
(simbol J).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar