“Medan Magnit Statis” yang anda
ketahui, yang terdiri dari :
1. Hukum Biot Savart
2. Hukum Integral Ampere
3. Teorema Stokes
4. Fluks magnetic
5. Potensial magnetik Skalar
&dan Vektor
Medan Magnet Statis
Medan magnet, dalam ilmu Fisika,
adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik)
yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya.
(Putaran mekanika kuantum dari satu partikel
membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti
arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet
"permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu
berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut
waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompasyang
diletakkan di dalam medan tersebut.
1. Hukum Biot Savart
Secara singkat, hukum ini berisi tentang besar induksi
magnetic pada satu titik di sekitar element arus sebanding dengan panjang
elemen arus, besar kuat arus, sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya
sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Pada umumnya, Hukum Biot Savart ini digunakan dalam
perhitungan respon magnetic atau bahkan mengenai atom dan molecular. Hukum ini
juga membuktikan bahwa massa jenis aliran bisa diperoleh dengan perhitungan
mekanika kuantum atau teorinya.
Perlu anda ketahui bahwa pada dasarnya Hukum Biot Savart ini
juga digunakan dalam aerodinamik. Hukum ini juga memberikan nilai gaya yang
dihasilkan berdasarkan interaksi antara medan magnet dan arus yang mengalir
pada konduktor.
Untuk mendapatkan besarnya gaya elektromagnetik, bisa kita
peroleh dari :
fo = Bli sin ? newton…..
dimana B merupakan kerapatan fluks, I adalah panjang
konduktor, i merupakan arus yang mengalir pada konduktor dan a merupakan sudut
antara arah arus dengan arah medan magnet. Arah gaya yang dihasilkan juga tegak
lurus dengan arah arus medan magnet.
2. Hukum Integral Ampere
Hukum ampere bersama dengan
beberapa persamaan lain membentuk persamaan maxwell; menyatakan bahwa integral
keliling kuat medan magnet berbanding lurus dengan besar arus listrik yang
terkurung oleh integral keliling itu.
dimana dA = unsur luas
Dalam proses konversi energi yang menyangkut mesin dengan elemen bergerak (berputar) seperti transduser atau motor, pada inti besinya (core) akan terdapat celah udara. Melalui celah udara ini dapat berlangsung proses konversi dari energi listrik ke energi mekanik atau sebaliknya.
3. Teorema Stokes
Teorema Stokes mengatakan bahwa :
dimana dA = unsur luas
Dalam proses konversi energi yang menyangkut mesin dengan elemen bergerak (berputar) seperti transduser atau motor, pada inti besinya (core) akan terdapat celah udara. Melalui celah udara ini dapat berlangsung proses konversi dari energi listrik ke energi mekanik atau sebaliknya.
3. Teorema Stokes
Teorema Stokes mengatakan bahwa :
Tangensial
komponen dari vektor A sekeliling lengkungan tertutup C sama dengan integral
luas dari komponen normal dari rotasi/curl F dikenakan pada permukaan S yang
dibatasi oleh C.
Misalkan S adalah permukaan berarah dalam ruang dengan batas-batasnya
adalah kurva C yang tertutup, dan misalkan A(x, y, z) adalah fungsi vektor
kontinu yang mempunyai turunan parsial pertama yang kontinu dalam domain yang
memuat S.
4. Fluks magnetic
Fluks Magnet adalah ukuran
magnetisme yang ditunjukkan oleh sebuah benda pada penampang dua dimensi. Fluks
Magnet juga disebut sebagai elektromagnetisme dan digunakan untuk menghitung
kerapatan medan magnet.
Sebagian besar peralatan elektronik yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, bekerja pada prinsip fluks magnetik.
Sebagian besar peralatan elektronik yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, bekerja pada prinsip fluks magnetik.
5. Potensial magnetik Skalar &
Vektor
medan (potensial) vektor A bersifat
invarian terhadap TRANSFORMASI GAUGE berbentukA = A + konstanta. karena secara
fisis yang penting adalah selisih antara dua potensial sehingga tidak
dipengaruhi oleh suatu translasi konstanta. Selanjutnya kita dapat memilih
beberapa bentuk untuk medan A kita dalam hal ini bentuk non curl yang tetap
menghasilkan observabel yang sama (hukum Maxwell yang sama) atau dengan kata
lain eksperimen tidak dapat membedakan pemilihan transformasi atau invariansi
GAUGE dari suatu medan penyusun observabel fisis.