Rabu, 25 November 2015

memperbaiki Penulisan Artikel dengan EYD yang Benar



Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap jalur Kereta Api (KA) Trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar (Sulsel) sampai ke Pare-Pare sejauh 145 kilometer (km) dapat tersambung tahun depan. Selanjutnya dari Manado (Sulawesi Utara) menuju Makassar (Sulsesl) bisa tersambung dan beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

"Memang saat ini baru mencapai kurang lebih 6 km tetapi kita berharap tahun depan akan maju lagi sampai ke Pare – Pare kurang lebih 145 km, kemudian tahun depan juga akan di mulai dari Manado menuju ke sini. Jadi kita harapkan nanti 2018 sudah tersambung dan insha Allah juga sudah bisa beroperasi," kata Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau Pembangunan Jalur Kereta Api Makassar-ParePare, di Kabupaten Barru, Sulsel, Kamis siang (25/11/2015), seperti dikutip dari situs setkab.go.id

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana mengatakan, pembangunan jalur kereta di Sulsel itu sesuai yang telah direncanakan, dimana rel kereta itu akan tersambungkan, terkoneksikan dengan Makassar New Port, pelabuhan, dan juga akan tersambungkan dengan bandara.

"Jadi akan terkoneksi seperti itu, di kota-kota yang lain juga sama. Artinya akan terintegrasi antara moda udara,moda laut, moda darat, kereta api," ungkap Presiden Jokowi.

Kata/kalimat yang salah
Kata/kalimat yang seharusnya
terkoneksi seperti itu
Terhubung antara satu dengan yang lainnya
di kota-kota yang lain juga sama
Sama seperti di kota-kota lainnya

Jumat, 09 Oktober 2015

Pengertian Bahasa & Kegunaannya

A.      Pengertian Bahasa
Bahasa secara umum dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

 B.      Bahasa adalah sistem
Bahasa merupakan sebuah sistem, yang artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “Makan” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang sedang dilakukan atau merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan’.
  
C.      Kedudukan pertama Bahasa adalah sebagai karateristik suatu bangsa
Kedudukan pertama bahasa adalah sebagai karakteristik suatu bangsa, misalnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu :

● Lambang kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia itu sendiri.

 ●  Lambang Identitas Nasional
Bahasa Indonesia mewakili jatidiri, ciri khas serta karakteristik bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

● Alat perhubungan
Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, jadi akan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.

● Alat pemersatu bangsa
Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

### Referensi :
http://www.si-pedia.com/2015/05/apa-itu-bahasa-dan-pengertian-bahasa-menurut-ahli.html    

 

Minggu, 05 Juli 2015

“Medan Magnit Statis” part II



“Medan Magnit Statis” yang anda ketahui, yang terdiri dari :
1. Hukum Biot Savart
2. Hukum Integral Ampere
3. Teorema Stokes
4. Fluks magnetic
5. Potensial magnetik Skalar &dan Vektor 

Medan Magnet Statis
Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompasyang diletakkan di dalam medan tersebut.

1. Hukum Biot Savart  
Secara singkat, hukum ini berisi tentang besar induksi magnetic pada satu titik di sekitar element arus sebanding dengan panjang elemen arus, besar kuat arus, sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Pada umumnya, Hukum Biot Savart ini digunakan dalam perhitungan respon magnetic atau bahkan mengenai atom dan molecular. Hukum ini juga membuktikan bahwa massa jenis aliran bisa diperoleh dengan perhitungan mekanika kuantum atau teorinya.
Perlu anda ketahui bahwa pada dasarnya Hukum Biot Savart ini juga digunakan dalam aerodinamik. Hukum ini juga memberikan nilai gaya yang dihasilkan berdasarkan interaksi antara medan magnet dan arus yang mengalir pada konduktor.
Untuk mendapatkan besarnya gaya elektromagnetik, bisa kita peroleh dari :
fo = Bli sin ? newton…..
dimana B merupakan kerapatan fluks, I adalah panjang konduktor, i merupakan arus yang mengalir pada konduktor dan a merupakan sudut antara arah arus dengan arah medan magnet. Arah gaya yang dihasilkan juga tegak lurus dengan arah arus medan magnet.

2. Hukum Integral Ampere
 Hukum ampere bersama dengan beberapa persamaan lain membentuk persamaan maxwell; menyatakan bahwa integral keliling kuat medan magnet berbanding lurus dengan besar arus listrik yang terkurung oleh integral keliling itu.
dimana dA = unsur luas
Dalam proses konversi energi yang menyangkut mesin dengan elemen bergerak (berputar) seperti transduser atau motor, pada inti besinya (core) akan terdapat celah udara. Melalui celah udara ini dapat berlangsung proses konversi dari energi listrik ke energi mekanik atau sebaliknya.

3. Teorema Stokes
Teorema Stokes mengatakan bahwa : 
Tangensial komponen dari vektor A sekeliling lengkungan tertutup C sama dengan integral luas dari komponen normal dari rotasi/curl F dikenakan pada permukaan S yang dibatasi oleh C.
Misalkan S adalah permukaan berarah dalam ruang dengan batas-batasnya adalah kurva C yang tertutup, dan misalkan A(x, y, z) adalah fungsi vektor kontinu yang mempunyai turunan parsial pertama yang kontinu dalam domain yang memuat S.

4. Fluks magnetic
Fluks Magnet adalah ukuran magnetisme yang ditunjukkan oleh sebuah benda pada penampang dua dimensi. Fluks Magnet juga disebut sebagai elektromagnetisme dan digunakan untuk menghitung kerapatan medan magnet.
Sebagian besar peralatan elektronik yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, bekerja pada prinsip fluks magnetik.

5. Potensial magnetik Skalar & Vektor 
medan (potensial) vektor A bersifat invarian terhadap TRANSFORMASI GAUGE berbentukA = A + konstanta. karena secara fisis yang penting adalah selisih antara dua potensial sehingga tidak dipengaruhi oleh suatu translasi konstanta. Selanjutnya kita dapat memilih beberapa bentuk untuk medan A kita dalam hal ini bentuk non curl yang tetap menghasilkan observabel yang sama (hukum Maxwell yang sama) atau dengan kata lain eksperimen tidak dapat membedakan pemilihan transformasi atau invariansi GAUGE dari suatu medan penyusun observabel fisis.