Senin, 10 November 2014

Pengertian WBS (Work Breakdown Structure) & PERT (Program Evaluation and Review Technique)



Work Breakdown Structure (WBS)

WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.

WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.

Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :

• Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
• WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.
Manfaat Work Breakdown Structure (WBS) :
  1. Mengurangi kompleksitas
  2. Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
  3. Estimasi Biaya (Cost Estimation)
  4. Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
  5. Perencanaan manajemen Risiko
  6. (Risk Management Planning)
  7. Identifikasi aktivitas(Activity Definition)

Program Evaluation and Review Technique (PERT)

Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.



Proses perencanaan PERT meliputi langkah-langkah berikut :
1~    Mengidentifikasi kegiatan (activities) dan tonggak proyek (milestones) yang spesifik,
2~   Menentukan urutan yang tepat dari kegiatan-kegiatan,
3~     Menyusun model diagram jaringan,
4~     Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan,
5~     Menentukan tahapan dan jalur kritis,
6~     Melakukan pemantauan dan evaluasi serta koreksi pada diagram PERT selama proyek berlangsung.


Referensi  :


Senin, 27 Oktober 2014

Proyek & komponen - komponen yg ada di dalamnya



Proyek dalam bisnis dan ilmu pengetahuan biasanya didefinisikan sebagai sebuah usaha kolaboratif dan juga seringkali melibatkan penelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu . Proyek dapat juga didefinisikan sebagai usaha sementara,temporer, dan bukan permanen, yang memiliki sasaran khusus dengan waktu pelaksanaan yang tegas.

Kata proyek berasal dari bahasa latin projectum dari kata kerja proicere yang artinya "untuk membuang sesuatu ke depan" . Kata awalnya berasal dari kata pro-, yang menunjukkan sesuatu yang mendahului tindakan dari bagian berikutnya dari suatu kata dalam suatu waktu (paralel dengan bahasa Yunani dan kata iacere yang artinya "melemparkan". Sehingga kata "proyek" sebenarnya berarti "sesuatu yang datang sebelum apa pun yang terjadi". Dalam bahasa Indonesia, kata Proyek merupakan serapan dengan cara penerjemahan dari bahasa asing Project. Sehingga mungkin kosakata ini akhirnya masuk ke dalam Daftar kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja menjadi "projek".

Ada 4 (empat) hal penting yang harus dipahami oleh seorang project manager ketika melaksanakan suatu proyek, yaitu cakupan proyek (project scope), waktu pelaksanaan proyek (project timeline), biaya proyek (project cost) dan kualitas dari proyek itu sendiri (project quality). Keempat hal tersebut menjadi pilar utama dalam project management body of knowledge (PMBOK), sebuah best practise yang digunakan oleh seluruh project manager di dunia, khususnya mereka yang telah memiliki sertifikasi sebagai project manager professional (PMP). Gambar berikut akan menggambarkan bagaimana keempat hal tersebut berinteraksi.

project-management
1. Scope
Scope berbicara masalah cakupan pekerjaan yang dilakukan. Terkadang hal ini yang menjadi perdebatan antara pelaksana proyek dengan pemilik proyek. Scope yang menjadi luas (biasanya terjadi pada proyek yang dilakukan ad-hoc, tanpa perencanaan atau metode yang tepat) akibat permintaan owner yang datang terus menerus dapat mempengaruhi waktu pelaksanaan proyek dan biaya proyek.
2. Time
Merupakan waktu pelaksanaan proyek. Semakin lama suatu proyek dikerjakan, maka semakin besar biaya operasional proyek yang dibutuhkan. Project Time management yang baik akan mempengaruhi besar kecilnya profit margin proyek yang didapat
3. Cost
Merupakan komponen biaya proyek. Komponen ini juga saling terkait dengan 2 komponen sebelumnya (scope and time) karena besar kecilnya biaya proyek (termasuk penambahan biaya jika diperlukan) akan mempengaruhi besarnya scope proyek serta cepatnya waktu pelaksanaan proyek
4. Quality
Kualitas merupakan harapan yang ingin didapatkan owner dari proyek tersebut dan atau mengacu pada standar tertentu (misal ISO). Kualitas dapat diraih dengan menentukan biaya, waktu dan scope proyek sesuai dengan kebutuhan.
Idealnya, Suatu proyek yang baik adalah proyek yang dapat selesai tepat waktu (time) dengan budget yang telah direncanakan sebelumnya (cost) sesuai dengan cakupan pekerjaan yang disetujui (scope) dengan kualitas yang diharapkan / ditentukan sebelumnya (quality).

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Proyek
http://hech61.wordpress.com/2008/11/26/4-hal-penting-dalam-project-management/

Selasa, 14 Oktober 2014

HUBUNGAN MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

HUBUNGAN MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

Manajemen Proyek
Proyek merupakan suatu tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara konkrit serta harus diselesaikan dalam waktu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat–alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan.
Sedangkan pengertian manajemen yaitu sebagai suatu proses,melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Manajemen  suatu ilmu dan seni yang di jalan dengan tertata dalam perencanaan untuk mencapai tujuan.
Jadi,pengertian manajemen proyek adalah kegiatan merencanakan,mengendalikan dan mengawasi berbagai sumber daya yang terhimpun dalam suatu wadah(organisasi)yang bersifat sementara.untuk melakukan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya agar mencapai sasaran dan tujuan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
RESIKO MENURUT PARA AHLI
A. Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss)”
Subekti
Resiko kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena sutau kejadian di luar kesalahan salah satu pihak
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Resiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan"

Komponen Proyek :
  • Kemampuan
  • Perangkat Bantu
  • Proses
Manajemen Proyek :
  • Secara tradisional pengertian manajemen adalah meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penempatan orang, pengendalian dan pengarahan.
  • Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumberdaya tertentu.
  • Manajemen Proyek mempergunakan personil untuk ditempatkan pada tugas tertentu dalam proyek
Ciri-ciri Manajemen Proyek :
  • Memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen.
  • Pembawa tunggal untuk mencapai satu tujuan proyek.
  • Memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumber daya.
  • Bertanggung jawab menyatukan orang-orang dari berbagai fungsi/disiplin yang bekerja.
  • Memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya.
Macam-macam Proyek :
  • Proyek Kapital
  • Proyek Penelitian dan Pengembangan
  • Proyek yang berhubungan dengan manajemen service
Batasan suatu Proyek :
  • Ruang Lingkup
  • Waktu
  • Dana
  • Ruang Lingkup
  • Waktu
  • Dana
  • Kualitas
  • Resiko
  • Sumber Daya Manusia
  • Logistik
  • Komunikasi
  • Manajemen Integrasi

Kesimpulan
 
Jadi hubungan manajemen proyek dan resiko adalah suatu system yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan dengan meminimalisir peristwa atau kejadian yang tidak diinginkan artinya dalam membangun dalam suatu proyek apapun tidak akan berjalan dengan baik bila tidak ada manajemen di dalamnya begitupula dengan resiko dalam mengerjakan proyek apapun pastilah selalu di bayang bayangi resiko resiko yang tak pernah terduga namun dengan adanya manajemen kemungkinan resiko bisa di hindari atau di minimkan agar tidak terlalau merugi.